13 Agustus 2019 10:03:51
Ditulis oleh Desa Talun

Indahnya Asam Pelangi di Desa Talun

Siapa yang tidak kagum ?. Saat berada di Desa Talun, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, yang mempunyai warisan masa lalu berupa pohon Asam yang hidup ratusan tahun lalu dijaga dengan baik sampai sekarang 2019.

Pohon tersebut berukuran besar-besar. Berjejer rapi dikanan dan kiri jalan masuk Desa. Warga sekitar menyembut tempat ini dengan sebutan Nglayuti.

Konon menurut cerita pohon asam ini peninggalan pada masa penjajahan belanda (kata orang-orang sini).

Pada malam hari saat anda melintasi daerah ini akan merasakan sensasi seperti melewati terowongan yang tak berujung. Tapi tenang tetap berujung kog. Yakni, akan sampai di rumah penduduk.

Pohon Asam ini beberapa bulan lalu sempat viral  berkat ide kreatif para pemuda aktif desa yang memolesnya dengan berbagai cat warna-warni layaknya seperti pelangi.

Ide kreatif itu muncul berawal dari lima orang pemuda bernama Kanang Qosim, Ali Mas Rurin, Ainul Zakin, Agus Wiyanto, Ika Elviana. Mereka bersama-sama patungan membeli cattembok dan pada akhirnya dibantu juga para donatur.

Kegiatan pengecatan direspon dengan baik oleh masyarakat sekitar sehingga selanjutnya berbagai unsur pemuda ikut melakukan pengecatan dan juga Pemerintah Desa (PEMDES) Talun sangat mendukung dan membantu kegiatan ini.

Semakin indah tempat ini dengan cat warna-warni pohon Asam Pelangi menjadi ramai pengunjung baik yang muda sampai orang dewasa tak mau kalah melakukan aktifitas berswafoto berlatar belakang pohon Asam Pelangi.

Selain berswafoto di pohon Asam Pelangi. Anda bisa menikmati udara sejuk dan pemandangan hijaunya persawahan saat musim tanam. 

Tak hanya itu masih di area Asam Pelangi juga terdapat Cafe Pelangi yang tempatnya teduh dibawah rindangnya pohon asam.

Ketika anda berada di Kota Tuban tidak ada salahnya menyempatkan berkunjung di Desa Talun dan singgah sejenak melepas penat sambil menikmati suasana asri khas pedesaan. (Kang Rey)



image
Gambar Tambahan 1 Lihat Gambar
Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus